Antisipasi Letusan Gunung Kerinci, Badan Geologi Lakukan Simulasi Bencana Bersama Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan kesiap siagaan terhadap bahaya letusan Gunung Kerinci, Masyarakat dianggap penting melakukan Simulasi Kebencanaan Geologi dengan bimbingan para Instruktur dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hal itu mengemuka dari kesan yang disampaikan oleh salah seorang peserta Simulasi Kebencanaan Geologi. Simulasi yang melibatkan aparat pemerintah daerah dan instansi trkait ini dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana Gunung Kerinci. Dengan Simulasi ini diharapkan aparat pemerintah daerah dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana lebih siap dalam mendukung program pengurangan risiko bencana khususnya yang diakibatkan oleh bencana letusan Gunung Kerinci.

antisipasiletusangunungkerincibadangeologilakukansimulasibencanabersamamasyarakat
Staf ahli PVMBG menjelaskan sejarah erupsi dari waktu ke waktu yang terpampang di pos pengamatan G. Kerinci
 
Kegiatan Simulasi Kebencanaan penanggulangan bencana Gunung Kerinci dilakukan dengan metode penyampaian materi di dalam ruangan dilanjutkan dengan diskusi interaktif, simulasi peran, dan kegiatan ekskursi lapangan.  Peserta berasal dari aparatur pemerintah daerah Kabupaten Solok Selatan, dunia usaha dan tokoh-tokoh masyarakat yang diwakili oleh wali nagari.
 
Pembukaan diawali oleh sambutan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang di wakili oleh Kepala Bidang Mitigasi Bencana Gunung api Gede Suantika, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Yulian dan penyerahan cinderamata dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan.
 
Di awal simulasi peserta saling berkenalan untuk mengetahui posisi dan fungsi masing-masing peserta di instansi atau organisasinya masing masing. Dan setiap peserta ditanya tentang harapannya mengikuti Simulasi Kebencanaan ini. Para instruktur selanjutnya menjelaskan tentang tujuan, sifat, target, dan kurikulum simulasi kebencanaan. Materi selanjutnya tentang penanggulangan bencana dijelaskan mengenai konsepsi bencana, pandangan tentang bencana, paradigma penanggulangan bencana dan penanggulangan bencana (siklus).
 
Dalam menghadapi kesiapan dan rencana penanggulangan ditekankan kepada hal-hal ancaman dan memprediksi sebelum terjadinya bencana, mencegah bencana, jika mungkin, Jika tidak, mampu mengurangi dampaknya, Jika terjadi bencana, mampu menanggulangi secara efektif, Setelah bencana terjadi, mampu pulih kembali. Sementara itu ketika menghadapi darurat diperkenalkan dengan manajeman darurat Incident Command System (ICS), pengertian dan konsep dasar ICS, fungsi utama dan tanggungjawab dalam ICS, komunasi terpadu dan posko. Pentingnya  perencanaan dan koordinasi, manfaat dan kapan sebaiknya sebuah perencanaan dan koordinasi dilakukan merupakan bagian penting yang dibahas dalam diskusi ini.

antisipasiletusangunungkerincibadangeologilakukansimulasibencanabersamamasyarakat1
Staf ahli PVMBG menunjukkan dan menjelaskan salah satu deposit material erupsi masa lampau berupa lahar dan awan panas
   
Memperkenalkan Perta Kawasan Rawan Bencana agar peerta lebih memahami secara detail mengenai kondisi geologi Gunung Kerinci dan sejarah aktivitasnya dibahas dalam simulasi ini. Selain itu juga dijelaskan pula mengenai sistem pemantauan dan penyelidikan Gunung Kerinci dan kondisi aktivitasnya saat ini. Pada bagian akhir diskusi dalam kelas dijelaskan mengenai maksud dan tujuan latihan penanggulangan bencana, Jenis-jenis dan bentuk latihan simulasi penanggulan bencana serta bagaimana melakukan latihan simulasi yang baik.
Kegiatan ekskursi lapangan berupa kunjungan ke lokasi-lokasi yang menunjukan material erupsi masa lampau baik berupa aliran piroklastik (awan panas), Lava, Lahar dan Jatuhan piroklastik (abu) diakhiri dengan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Kerinci yang bertujuan untuk lebih mensosialisasikan keberadaan, tugas pokok dan fungsi Pos Pengamatan Gunung api serta menjelaskan sistem Monitoring yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
 
Bentuk kegiatan penyebarluasan informasi bencana geologi di Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat, dititikberatkan pada kegiatan gladi atau simulasi ruang dengan skenario bencana letusan Gunung Kerinci. Kegiatan ini termasuk kegiatan prabencana atau tahap kesiapsiagaan. Sasaran simulasi ruang ini adalah personil dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah)/SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan perwakilan dari TNI/Polri di Kabupaten Solok Selatan. Tujuan kegiatan memberikan pembekalan, peningkatan pengetahuan bencana letusan gunung api, dan memberikan pengalaman cara penanganan dampak letusan gunungapi yang disebabkan oleh berbagai jenis produk erupsi gunung api seperti awan panas, lahar, dan jatuhan bahan lepas dari ukuran bom vulkanik sampai abu.

antisipasiletusangunungkerincibadangeologilakukansimulasibencanabersamamasyarakat2
Foto bersama fasilitator PVMBG dan peserta simulasi kebencanaan geologi G. Kerinci
 
Pelaksanaan kegiatan Gladi Ruang penanggulangan bencana erupsi Gunung Kerinci dilaksanakan selama 7 hari di awal agustus. Pengenalan lapangan kawasan rawan bencana gunung api dan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) Kerinci dilaksanakan pada Tanggal 3 Agustus 2017. Penutupan acara dilaksanakan di Pos PGA Kerinci dan ditutup oleh Kepala PVMBG yang diwakili oleh Kabid Mitigasi Gunungapi. Semua narasumber berasal dari PVMBG terdiri dari Gede Suantika (Kabid MGA) dan beberapa Pejabat Fungsional Madya Penyelidik Bumi: Mamay Surmayadi, Sofyan Primulyana, dan Yudi Wahyudi. Tim dibantu oleh tenaga administrasi Dewi Subektingsih dan Erna.
 
Dari kesan dan pesan yang disampaikan oleh para peserta pada penutupan acara terungkap bahwa kebanyakan para peserta dari OPD (kecuali staf BPBD) baru pertama kali mendapatkan simulasi dan mereka mengungkapkan betapa pentingnya simulasi koordinasi seperti ini. Dalam penanggulangan dari kegiatan ini mereka sudah memiliki bekal untuk melakukan penanganan bencana di kemudian hari.
Gunung Kerinci salah satu gunung api aktif tipe A tingginya yang mencapai 3805 merupakan gunung  api tertinggi di Indonesia.  Gunung Kerinci termasuk kedalam 2 Propinsi dan 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dan Kabupaten Solok propinsi Sumatera Barat Puncak G. Kerinci berada di Kec Gunung Kerinci, Kab Kerinci Propinsi Jambi dengan posisi geografi 1°41,5'LS -101°16' BT. Data  geologi umumnya didominasi oleh aliran-aliran lava. Karakter letusan Gunung Kerinci saat ini adalah letusan bertipe vulkano lemah yang hanya mengeluarkan material abu letusan. Berdasarkan periode letusan, Gunung Kerinci mempunyai masa istirahat pendek (1 th), menengah ( 5-50 th) dan masa istirahat terpanjang (50-100 th.
 
Sebagaimana umumnya di daerah gunung api yang sangat subur, banyak penduduk yang bermukim di sekitar Gunung Kerinci. Desa terdekat yang berada pada kawasan rawan bencana yaitu desa Sungai Rumpun terletak di pingir sungai Kering, dengan jumlah penduduk kurang dari seribu jiwa, kira kira berjumlah 600 jiwa (data tahun 1990). Sedangkan perkampungan lain umumnya terletak pada daerah punggungan yang berjarak lebih dari 6 km dari pusat erupsi dan relatif aman terhadap bahaya aliran, hanya terjangkau oleh jatuhan piroklastik yang diperkirakan berjarak 8 km dari pusat erupsi.
 
Sejalan dengan berjalannya waktu unit pemukiman terus berkembang dan terkonsentrasi di hampir semua sektor pada bagian kaki dan lereng bawah gunung api. Oleh karena itu Berkaitan dengan mitigasi bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkewajiban memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai ancaman bahaya geologi dan bagaimana penanganannya. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dalam program kegiatannya terdapat kegiatan Simulasi Kebencanaan Geologi.
   
Simulasi Penangan Kebencanaan Geologi merupakan salah satu kegiatan dari Penyebarluasan informasi bencana geologi ke masyarakat. Penyebarluasan informasi ini merupakan salah satu tugas dan fungsi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di dalam melakukan mitigasi (pengurangan dampak) dan pengurangan risiko bencana di Indonesia.
 
Sumber:
Gede Suantika