Pemetaan Geologi Untuk Mendukung Percepatan Pengembangan Kawasan Perbatasan Indonesia-malaysia

Kawasan perbatasan antar negara merupakan serambi negeri, namun ironisnya kawasan tersebut merupakan daerah yang relatif tertinggal baik dari pembangunan infrastruktur maupun pemanfaatan sumber daya alam. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan baik dengan pembangunan infrastruktur maupun dengan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam. Pembangunan kawasan perbatasan ini selanjutnya diletakkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional seperti yang teruang dalam RPJMN 2014-2019 maupun dalam nawacita pemerintah saat ini.Tentu saja percepatan dan pemerataan pembangunan tersebut bukan hal yang dapat dilakukan secara singkat maupun tanpa perencanaan yang matang. Data geologi merupakan salah satu data yang sangat dibutuhkan untuk menunjang program tersebut. Pemetaan geologi Lembar Seluas Skala 1:50.000 di Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalimantan Barat ini meliputi tiga kecamatan yaitu Seluas, Jagoi dan Siding yang berbatasan langsung dengan negara bagian Serawak Malaysia. Ketersediaan peta geologi skala 1:50.000 di kawasan sepanjang perbatasan ini diharapkan dapat untuk meningkatkan keakuratan data geologi maupun menemukan potensi baik positif maupun negatif di kawasan perbatasan.

 gbr1

Lipatan pada batulanau Formasi Pedawan akibat proses tektonik yang komplek

Daerah Jagoi dan sekitarnya yang merupakan salah satu pintu gerbang perbatasan termasuk dalam Peta Geologi Skala 1:50.000 Lembar Seluas. Sejarah geologi Lembar Seluas dimulai pada Trias dengan terbentuknya Granodiorit Jagoi yang merupakan batuan beku intrusi, kemudian diatasnya diendapkan batuan bancuh Kompleks Serabang, Batugamping Bau, Batulanau Formasi Pedawan, Batupasir Kayan, Batuan Terobosan Sintang, serta endapan Rawa dan Sungai yang berumur Kuarter. Struktur geologi pada daerah ini terbilang kompleks yang didominasi oleh struktur berarah barat Timur-Timur Laut. Patahan Naik Jagoi yang berarah timur laut merupakan patahan utama dan baru ditemukan di daerah ini yang memanjang dari Seluas sampai pos lintas batas Jagoi.

gbr2 

Jalan inspeksi perbatasan yang dibangun diatas batupasir Kayan

Potensi geologi pada daerah ini masih harus terus digali untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail, namun beberapa sumberdaya geologi yang dijumpai dapat dimanfaatkan untuk penunjang percepatan pembangunan daerah tersebut. Lapukan Batupasir Kayan menghasilkan pasir kuarsa yang secara kuantitas maupun kualitas terbilang cukup baik dan layak dimanfaatkan, batuan intrusi berupa andesit, granit, dan granodiorit yang tersebar seperti di daerah Gunung Brunei maupun di daerah Siding juga potensial untuk dikembangkan sebagai sumber bahan bangunan. Daerah ini juga menyimpan potensi negatif yang harus dipertimbangkan dalam kegiatan pengembangan infrastruktur ke depannya.

 gbr3

Patok perbatasan antar negara Indonesia - Malaysia

Tektonika yang kompleks serta hadirnya Patahan Naik Jagoi membuat kondisi batuan di daerah ini rapuh dan hancur terutama pada Batulanau Formasi Pedawan. Secara geologis patahan tersebut sudah tidak aktif tapi kondisi batulanau yang rapuh dapat meningkatkan potensi longsor maupun ketidakstabilan struktur bangunan yang dibangun diatasnya. Informasi geologi ini merupakan bagian dari upaya Badan Geologi untuk menunjang pembangunan nasional yang diharapkan dapat mendukung kegiatan pengembangan kawasan perbatasan baik dari segi efisiensi maupun efektivitas biaya, waktu dan tenaga, karena pembangunan saat ini adalah warisan kita untuk generasi yang akan datang.

Sumber Berita : Bidang Pemetaan, Pusat Survei Geologi- Badan Geologi