Peta Geologi Skala 1:50.000 Pertama Di Indonesia Dengan Konsep Stratigrafi Gunungapi

Penunjaman lempeng Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Sumatera menghasilkan deretan gunungapi. Salah satunya adalah Gunungapi Rajabasa yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung dan termasuk dalam Lembar Panengahan Skala 1:50.000. Gunungapi Rajabasa terakhir mengalami peningkatan aktifitas vulkanisme pada tahun 1863 dan 1892 namun tidak terjadi erupsi. Dari hasil penelitian terdahulu gunungapi ini memiliki sejarah aktifitas vilkanisme yang cukup panjang dimulai dari Rajabasa Purba pada Miosen Akhir sampai Rajabasa Muda yang berumur Kuarter. Aktifitas vulkanisme yang panjang tersebut meninggalkan jejak berupa endapan batuan gunungapi yang beragam dan kompleks. Evolusi gunungapi ini juga menghasilkan manifestasi panasbumi yang menandakan hadirnya potensi energi panas bumi seperti mata air hangat, mata air panas, geiser, kolam lumpur dan fumarol ditemukan di kaki Gunung Rajabasa bagian utara dan selatan.

Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral yang merupakan satu-satunya institusi pemerintah sebagai penyedia data dasar geologi berupa Peta Geologi telah menerbitkan Peta Geologi Skala 1:50.000 Lembar Panengahan. Peta geologi Skala 1:50.000 Lembar Panengahan ini telah menerapkan sepenuhnya konsep stratigrafi gunungapi sesuai yang tertuang dalam Sandi Stratigrafi Indonesia Tahun 1996. Penerbitan Peta Geologi Lembar Panengahan ini merupakan sebuah terobosan baru dalam sejarah peta geologi di Indonesia karena selama ini seluruh peta yang diterbitkan oleh pusat survei geologi masih mengacu pada konsep litostratigrafi. Namun perlu diperhatikan bahwa banyak juga daerah di Indonesia yang sebenarnya lebih cocok untuk diterapkan konsep stratigrafi gunungapi ketimbang konsep litostratigrafi terutama untuk lembar-lembar peta yang didominasi oleh batuan gunungapi.

 gbr1

Peta Geologi Skala 1:50.000 Lembar Panengahan.

Penerapan konsep stratigrafi gunungapi ini dimaksudkan untuk menata batuan gunungapi berdasarkan urutan kejadian agar evolusi pembentukan gunungapi mudah dipelajari dan dimengerti. Peta geologi gunungapi yang memuat informasi sebaran batuan dan stratigrafi gunungapi dapat dipakai sebagai data dasar dalam pembuatan peta kawasan rawan bencana gunungapi, peta rencana tata ruang, peta tata air, peta potensi bahan galian, penyelidikan sumber tenaga panas bumi serta keperluan ilmiah lainnya.

Kondisi geologi Indonesia dengan jumlah gunungapi aktif maupun gunungapi tua/purba terbanyak di dunia menjadi tantangan dan tugas besar bagi kita. Tantangan tersebut telah mulai dijawab oleh PSG dengan menerbitkan peta geologi gunungapi Lembar Panengahan. Diharapkan kedepannya akan semakin banyak peta geologi skala 1:50.000 yang menerapkan konsep stratigrafi gunung api. Tidak ada hal besar yang terjadi tanpa dimulai dengan sebuah langkah kecil -A journey of thousand miles begins with a single step-.

 

Penulis Berita : Nela Paramita Rattyananda, S.T. (Pusat Survei Geologi, Badan Geologi)