Laporan Kebencanaan Geologi 12 September 2018 (06:00 Wib)

I. SUMMARY:

Hari ini, Rabu 12 September 2018, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunung Api

G. Sinabung (Sumatera Utara):
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). G. Sinabung (2460 m dpl) mengalami erupsi menerus sejak tahun 2013.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah teramati berwarna putih tipis - tebal setinggi 500 m di atas puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf pada 11 September 2018 tercatat:- 7 kali gempa Hembusan- 1 kali gempa Tornilo- 2 kali gempa Tektonik Lokal- 3 kali gempa Tektonik Jauh
Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi:- Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara - Barat, 4 km untuk sektor Selatan - Barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara, didalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara - Timur serta didalam jarak  4 km untuk sektor Utara -Timur- Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 22 Juni 2018 pukul 09:06 WIB, terkait letusan dengan ketinggian kolom abu sekitar 3460 m di atas permukaan laut atau sekitar 1000 m di atas puncak, angin bertiup ke arah barat-selatan.

G. Agung (Bali):
Tingkat aktivitas Level III (Siaga). G. Agung (3142 m dpl) mengalami erupsi sejak 21 November 2017.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 20 m di atas puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat.
Rekaman seismograf tanggal 11 September 2018 tercatat:- 1 kali gempa Hembusan- 1 kali gempa Tektonik Lokal- 24 kali gempa Tektonik Jauh (1 kali diantaranya gempa Terasa pada skala II MMI)
Tanggal 12 September 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 7 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:- Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakiaan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.- Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.- Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujanmengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.- Status Level III (Siaga) hanya berlaku di dalam radius 4 km seperti tersebut di atas, di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman, namun harus tetap menjaga kewaspadaan.
VONA:VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 27 Juli 2018 pukul 14:27 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu 5142 m di atas permukaan laut atau sekitar 2000 m di atas puncak, angin bertiup ke arah barat.

G. Krakatau (Lampung).
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Krakatau (305 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018.
Dari kemarin hingga pagi ini, secara visual gunungapi tertutup Kabut hingga jelas. Angin lemah ke arah baratdaya dan timur. Asap kawah tidak teramati diatas puncak karena gunung tertutup kabut.
Melalui seismograf tanggal 11 September 2018 tercatat:- Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 5 - 60 mm (dominan 45 mm)
Rekomendasi:Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 km dari kawah.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 23 Agustus 2018 pukul 18:07 WIB, terkait dengan adanya letusan yang terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dengan durasi sekitar 31 detik. Ketinggian kolom letusan sekitar 1005 m di atas permukaan laut atau 700 m di atas puncak. Kolom abu bergerak mengarah ke timur laut.

G. Merapi (Jawa Tengah - Yogyakarta):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Merapi (2968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih tipis setinggi 20 m di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah timurlaut dan barat.
Melalui rekaman seismograf pada 11 September 2018 tercatat:- 16 kali gempa Guguran- 21 kali gempa Hembusan- 4 kali gempa Hybrid- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal- 13 kali gempa Low Frekuensi- 3 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi :- Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.- Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.- Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi. - Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali.- Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.- Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini kepada masyarakat.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna GREEN, terbit tanggal 3 Juni 2018 pukul 20:39 WIB, terkait dengan adanya aktivitas hembusan asap berwarna putih dengan ketinggian kolom asap setinggi 3768 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak.

G. Dukono (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini secara visual puncak gunungapi tertutup kabut. Asap kawah/abu erupsi teramati berwarna puti tebal - kelabu dengan ketinggian 200 - 500 m di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah timur.
Melalui seismograf tanggal 11 September 2018 tercatat:- 2 kali gempa Letusan- 2 kali gempa Tektonik Jauh- Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0.5-20 mm (dominan 2 mm)
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 September 2018 pukul 17:53 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1529 m di atas permukaan laut atau sekitar 300 m di atas puncak. Kolom abu bergerak mengarah ke arah timur.

G. Ibu (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin hingga pagi ini secara visual puncak gunungapi dapat teramati jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah/abu erupsi teramati berwarna putih - kelabu tebal dengan ketinggian 200 - 600 m di atas puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur.
Melalui seismograf tanggal 11 September 2018 tercatat:-  96 kali Gempa Letusan-  85 kali Gempa Hembusan-  20 kali Gempa Guguran
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA:VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 24 Agustus 2018 pukul 17:38 WIT terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2125 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak, kolom abu bergerak mengarah ke selatan.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.


Bali, 12 September 2018
PVMBG,
BADAN GEOLOGI, KESDM



Kasbani

Berita Terkini