Fauna Endemik Sulawesi: Jejak Terpendam Dari Lembah Wallanae

Badan Geologi melalui Museum Geologi kembali mengadakan kegiatan Day and Night at The Museum pada hari Sabtu (11/08/2018) dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Diawali dengan kegiatan seminar pada pukul 14.00 WIB yang dibuka dan diresmikan langsung Kepala Badan Geologi  Ir. Rudy Suhendar, M.Sc dengan menghadirkan 2 narasumber yaitu Prof. Dr. Fachroel Aziz dan Dr. Gert Van den Bergh, selaku ahli Paleontologist, dan dipandu oleh Unggul Prasetyo Wibowo yang merupakan staff Dokumentasi dan Konservasi Museum Geologi.

 gbr1

Kedua narasumber dan moderator saat pemaparan materi

Day and Night Museum Geologi kali ini berbeda dengan biasanya karena dilakukan peluncuran fosil Celebochoerus heekereni dengan tema Fauna Endemik Sulawesi “Jejak Terpendam Dari Lembah Walanae”. Tema ini terpilih berdasarkan pada penyelesaian rekonstruksi kerangka Celebochoerus heekereni yang dikerjakan oleh Museum Geologi dan merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Survei Geologi (dahulu Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi) sejak tahun 1986-1992 di lembah Wallanae. Penelitian ini telah berhasil mengumpulkan ribuan fosil fauna dimana Celebochoerus heekereni merupakan yang paling dominan mencapai lebih dari 85% populasi fosil yang dikumpulkan. Dalam pameran ini disajikan pula koleksi fosil fauna lainnya dari lembah Wallanae, seperti Stegodon sompoensis, “Elephas” celebensis, dan Geochelone atlas.

 gbr2

Peluncuran oleh Kepala Badan Geologi

 gbr3

Tampilan ruang pameran Temporary Exhibition

Pada malam hari dilanjutkan dengan kegiatan Night at the Museum yang dimulai dari pukul 19.00-22.00 Wib, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulannya. Kegiatan menarik dalam acara night at the museum ini berupa: games yang melibatkan pengunjung untuk mengikutinya, musik akustik, serta pemutaran film yaitu tentang profil Museum dan mitigasi bencana, tak ketinggalan jajanan malam ikut memeriahkan rangkaian acara tersebut.

Semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat memberikan informasi dan edukasi untuk mengenalkan koleksi yang ditampilkan oleh Museum Geologi khususnya fosil hewan endemik khas dari sulawesi yaitu Celebochoerus heekereni, serta dapat memberikan pelayanan yang bersifat edutainment pada masyarakat luas.

 

Penyusun: Torry Agus Prianto