ASEAN Marine Geoscience Conference diselenggarakan pada tanggal 19 - 21 September 2019 di Qingdao Institute of Marine Geology, China Geological Survey, Republik Rakyat Tiongkok. Badan Geologi Kementerian ESDM yang merupakan Permanent Representative CCOP pada kesempatan ini diwakili oleh Pusat Survei Geologi yang menugaskan Kepala Bidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi, Edy Slameto ST., MT., MSc., didampingi oleh Kepala Subbidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional, Indra Nurdiana ST., MT., hadir sebagai narasumber untuk melaporkan status kegiatan survei hulu migas, khususnya yang menggunakan metoda akuisisi seismik 2D di laut yang sedang berjalan di Indonesia. Workshop dihadiri seluruh perwakilan negara anggota CCOP yang terdiri dari: China, Myanmar, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Kamboja, Malaysia, Philipina, India dan Papua New Guinea. Workshop secara umum berlangsung dengan jadwal yang padat diisi dengan materi berupa progress report dari perwakilan masing-masing negara anggota.

c-927f84ea-db7f-444c-9219-0eb492f79dda.j

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan negara-negara ASEAN dan China untuk melakukan pertukaran new knowledge, teori baru, teknologi baru, dan metode terbaru di Asia Tenggara pada bidang tektonik, sedimentologi, sumber daya dan lingkungan. Dimana hal tersebut merupakan pondasi bagi China ASEAN dan CCOP dalam melakukan kerja sama dan saling mendukung pada studi studi yang terkait.

c-eb86692a-1417-46ba-8b49-326a9bef5eea.jopening speech bersama dengan Yuchi Jiang perwakilan dari Institute of Marine Geology, Dr. Young Joo Lee director dari CCOP, Som Vannak perwakilan dari kamboja, dan Ahmad Zulkifli bin Kamaruzaman perwakilan dari Malaysia. Yang dilanjutkan dengan presentasi makalah dari masing-masing negara dan peserta. Pada kesempatan kali ini Edy Slameto ST., MT., MSc., mendapatkan kesempatan untuk melakukan opening speech bersama dengan Yuchi Jiang perwakilan dari Institute of Marine Geology, Dr. Young Joo Lee director dari CCOP, Som Vannak perwakilan dari kamboja, dan Ahmad Zulkifli bin Kamaruzaman perwakilan dari Malaysia. Yang dilanjutkan dengan presentasi makalah dari masing-masing negara dan peserta.

Pada acara ini tercatat 40 pembicara yang mempresentasikan makalahnya dari Negara-negara yang berpartisipasi. Dengan topik pembahasan mulai dari sedimentologi, stratigrafi, sumber daya energi fosil dan sumber daya mineral, tektonik, metode geofisika dari gaya berat sampai dengan seismik, dan juga mengenai teknologi laboratorium. Sedangkan China sendiri banyak mempresentasikan mengenai programnya di bidang kelautan seperti International OCEAN Drilling Project (IODC) dan kegiatan2 lainnya berkaitan dengan pengembangan ilmu kebumian.

Sedangkan untuk Indonesia Edy Slameto ST., MT., MSc., mempresentasikan "Sedimentary Basin Potensial of Indonesia and Marine Seismic 2D Acquisition Status" pada hari ke dua tanggal 20 september 2019. Bersamaan dengan wakil dari Malaysia (Mohd Rais Bin Ramli) yang mempresentasikan tentang seismic dangkal, Yong Tang yang mempresentasikan tentang progress dari China-Africa Joint Cruise in Continental Shelf and Future Project in indian Ocean dan peserta dari Vietnam (Bui Nhi Thanh) yang mempresentasikan tentang karakteristik geodinamika dan kaitannya dengan geo-hazards di kerak benua bagian tenggara Vietnam. Pada presentasinya Edy Slameto ST., MT., MSc., memaparkan tentang perkembangan eksplorasi hidrokarbon di cekungan-cekungan Indonesia beserta potensi hidrokarbon yang dihasilkan, dimana hal tersebut menarik perhatian dari peserta seperti Peter Lunt, BGP dan juga beberapa audience dari negara lain.

Qingdao , September 2019 .

Penulis Kepala Subbidang Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi non Konvensional ,

Indra Nurdiana ,ST , MT

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210